Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Fiqhul Akbar (Bagian 8) - Iman Kepada Takdir

  Iman Kepada Takdir Iman kepada takdir adalah iman yang pasti bahwa Allah menetapkan takdir seluruh makhluk dengan ilmunya yang azali, menuliskannya di lauhil mahfuzh , menjalankan dengan kehendak-Nya, serta menciptakan-Nya dengan kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman Allah ta’ala, إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَٰهُ بِقَدَرٍ “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al Qamar : 49) Konsekuensi Iman kepada Takdir : 1 – Beriman kepada ilmu Allah yang azali , abadi, yang mencakup segala sesuatu yang global maupun terperinci. هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. ” (QS. Al Hadid : 3) أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ad...

Fiqhul Akbar (Bagian 7) - Iman Kepada Hari Akhir

  Iman Kepada Hari Akhir Iman kepada Hari Akhir adalah iman yang pasti bahwa Allah akan menyampaikan hamba pada hari yang mereka dibangkitkan dari kubur mereka untuk dihisab dan dibalas berdasarkan amalan mereka dengan surga atau neraka. Keyakinan yang mantap bahwasanya Allah mengakhirkan para hamba untuk nanti akan disampaikan pada hari dimana mereka akan dibangkitkan dari kuburan mereka. dan Allah akan menghisab mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka, dan membalas mereka atas amal perbuatan tersebut dengan surga atau neraka. Dalilnya firman Allah سبحانه وتعالى : زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah ...

Fiqhul Akbar (Bagian 6) - Iman Kepada Rasul-rasul Allah

  Beriman kepada Rasul-rasul Allah Adalah iman yang pasti bahwa Allah memilih dari manusia segolongan laki-laki yang diberikan pada mereka wahyu dan diutus sebagai pemberi kabar gembira, peringatan, dan menyampaikan risalah kepada manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan thaghut, sebagai rahmat dan penegakan hujjah bagi mereka. Allah ta’ala berfirman, وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ “Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Surat Al-An’am Ayat 83) وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ “Dan Kami telah menganugerah...

Fiqhul Akbar (Bagian 5) - Iman Kepada Kitab-kitab Allah

Iman Kepada Kitab-kitab Allah Konsekuensi Iman kepada Kitab-kitab Allah Iman kepada kitab-kitab Allah adalah iman yang pasti bahwasanya Allah ta’ala menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi yang berisi kebenaran, petunjuk, rahmat, nasihat dan hujjah bagi manusia, serta penjelasan bagi segala sesuatu. Kitab-kitab terdahulu tidak terjaga dari pengubahan. Berbeda dengan al Quran yang dijaga oleh Allah. (kitab terdahulu semuanya mengalami perubahan) Syaikh Wahid Abdussalam Baliy mengatakan bahwasanya kitab terdahulu itu ada dua kondisi : 1.        Muharraf (mengalami perubahan) 2.        Hilang Konsekuensi beriman kepada kitab-kitab Allah : 1.        Beriman kepada kitab yang diketahui namanya secara rinci dan iman secara global kepada kitab yang tidak diketahui namanya. Maksudnya : kitab-kitab suci yang disebutkan nama-namanya harus kita imani sesuai dengan nama-nama yang diterangkan....

Fiqhul Akbar (Bagian 4) - Iman Kepada Malaikat

Iman Kepada Malaikat Allah ta’ala berfirman, لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ “..dan (mereka) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim 66:6) Ulama tafsir mengatakan mereka (para malaikat) melakukan apapun yang diperintahkan oleh Allah. Tidak ada satupun perintah yang mereka tidak kerjaan. Kandungan iman kepada malaikat adalah : 1.        Mengimani akan wujudnya 2.        Mengimani akan nama-namanya 3.        Mengimani akan sifat-sifatnya 4.        Mengimani akan tugas-tugasnya Malaikat adalah hamba yang mulia Allah ta’ala berfirman, وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ “Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suc...