Iman Kepada Hari Akhir
Iman kepada Hari Akhir adalah iman yang pasti bahwa Allah akan menyampaikan
hamba pada hari yang mereka dibangkitkan dari kubur mereka untuk dihisab dan
dibalas berdasarkan amalan mereka dengan surga atau neraka.
Keyakinan yang mantap bahwasanya Allah mengakhirkan para hamba untuk
nanti akan disampaikan pada hari dimana mereka akan dibangkitkan dari kuburan
mereka. dan Allah akan menghisab mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka,
dan membalas mereka atas amal perbuatan tersebut dengan surga atau neraka.
Dalilnya firman Allah سبحانه وتعالى :
زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ
وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ
يَسِيرٌ
Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan
dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan
dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. At Taghabun :
7)
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۙ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ
يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَٰرَهُمْ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang
kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah
olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri) (QS.
Al Anfal : 50)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah
Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan
turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah
merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan
Allah kepadamu". (QS. Fushilat : 30)
Kejadian setelah mati
§
Melihat malaikat saat sakaratul maut
§ Fitnah Kubur
§ Azab dan Nikmat kubur
Kiamat dan tanda-tandanya :
o Munculnya Dajjal
o Munculnya dukhan
o Terbit matahari dari
barat
o
Munculnya dabah
o Munculnya yajuj dan
ma’juj
o Turunnya Nabi Isa
o Api yang menggiring
manusia
o Tiga penenggelaman di
timur, barat dan jaziratul ‘arab
Kebangkitan
Allah mengeluarkan manusia dari kuburnya dalam keadaan hidup, telanjang,
tidak beralas kaki, belum disunat, dan tidak membawa apapun pada tiupan
sangkakala kedua.
Kebangkitan terjadi tiupan sangkakala yang kedua. Tiupan sangkakala yang
pertama adalah penghancuran alam semesta dan mematikan semua yang ada di alam
semesta, kecuali yang diizinkan oleh Allah.
Urutan kejadian : kebangkita, al hasyr (dikumpulkan), dihisab,
ditimbang, pembagian catatan, shirath, qishash.
Kiamat Kubra
Manusia berdiri menghadap Allah dalam berdiri yang lama di Padang
Mahsyar yang luas di hari kiamat. Seorang penyeru akan menyeru mereka,
pandangan menembus mereka, matahari mendekat, keringat akan menenggelamkan
mereka, manusia dibawa ke haudh, disebarkan catatan amal, disiapkan
timbangan-timbangan, dan shirath dibentangkan. Semuanya dalam kondisi
yang hebat dan keadaan yang mengerikan.
Hisab :
·
Kaum mukminin, terbagi menjadi tiga :
o
Tidak dihisab sama sekali, yang disebut orang masuk surga tanpa hisab
dan tanpa azab. Ada 70.000 orang, mereka adalah oran gyan gistiqamah dalam
agama, menjalankan perkara-perkara yang sunnah dan menjauhi perkara-perkara
yang makruh.
o
Hisab yang mudah, kaidahnya : orang yang berdosa dari kalangan kaum
mukminin, tapi dia sadar betul dosa ini membinasakannya. Sehingga dia tidak
terang-terangan dalam berbuat dosa, dia malu dengan perbuatan dosanya, dia
mengakui perbuatan dosanya. Diperlihatkan saja amal perbuatan dia.
o
Hisab munaqasyah, orang yang saat dihisab dia didebat, maka dia akan
diazab. Kaidahnya : orang yang berdosa namun tidak sadar dia berdosa, malah
terkadang dia membenci orang yang memberi tahu. Dia terang-terangan dalam
berbuat dosa.
·
Kaum kafir
Hisabnya kaum kafir tidak di-hisab baik
buruknya, karena orang kafir kebaikannya di akhirat tidak ada nilainya. Menurut
Syaikhul Kharas, kebaikan orang kafir dibalas di dunia dengan kesehatan, dsb.
Dalilnya firman Allah ta’ala :
وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ
نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا
ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah
dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji
sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat
perhitungan. (QS. Al Anbiya : 47)
Dan juga firman Allah ta’ala :
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (QS. Al
Insyiqaq : 7)
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (QS. Al Insyiqaq
: 8)
Al Jazaa
(Balasan) :
·
Surga
·
Neraka
ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ
عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ
سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di
antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka
sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada
(pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu
adalah karunia yang amat besar. (QS. Al Fathir : 32)
جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ
مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ
(Bagi mereka) surga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka
diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan
pakaian mereka didalamnya adalah sutera. (QS. Al Fathir : 33)
وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَذْهَبَ عَنَّا ٱلْحَزَنَ ۖ
إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah
menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha
Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Al Fathir : 34)
ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا
يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya;
didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (QS. Al
Fathir : 35)
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ
عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا۟ وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ
نَجْزِى كُلَّ كَفُورٍ
Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak
dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka
azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (QS. Al
Fathir : 36)
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ
صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا
يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا
لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami,
keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan
dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan
umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan
(apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami)
dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Al Fathir :
37)
