Langsung ke konten utama

Postingan

US & Israel vs Iran - Konflik 2026

Postingan terbaru

SUKSES TANPA JALAN PINTAS MENYESATKAN

Ada salah seorang teman yang bilang ke saya, kalau menurut si anu, bisnis kuliner itu ngga akan berhasil kalau ngga pakai pesugihan, musti pakai bantuan dukun begitulah katanya.. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.. Walaupun ngga cuma di bisnis kuliner aja sih yang main-main dukun begituan. Kalau Allah takdirkan omset 10 juta sehari misalnya, ya ngga usah ada dukun juga bakal dapet tuh omset 10 juta itu. Justru keberadaan dukun yang masuk di bisnismu itu yang dapat mengundang murka Allah, wal iyya dzubillaah. Mungkin engkau merasa senang dengan banyaknya harta yang engkau dapatkan itu, merasa tidak ada masalah apa-apa di kehidupanmu, lancar-lancar saja semuanya, namun hati-hati dengan istidraj. Kalau dibalas di dunia, bisa saja kita sadar dan kembali ke Allah. Tapi kalau dibalasnya di akhirat, Allaah yaa Rabb, beratt men.. Kalau orang yang mendatangi dukun itu mati dalam kondisi belum bertaubat, dia dalam keadaan membahayakan dirinya di akhirat kelak. Jangan pernah remehkan perkara ...

Perspektif Puasa: Mengangkat Derajat Ruhani Manusia

  Perspektif Puasa : Mengangkat Derajat Ruhani Manusia Ramadan : Bulan Berkah yang Mengangkat Derajat Manusia Ramadan adalah karunia agung dari Allah SWT. Di dalamnya, umat Muslim diberi kesempatan luas untuk meningkatkan ketakwaan melalui berbagai ibadah, terutama puasa. Allah SWT telah menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan , dan hal itu hanya terjadi apabila seseorang melaksanakan puasa dengan benar—baik secara lahir maupun batin. Ramadan sering digambarkan sebagai bulan yang memiliki tiga fase keberkahan. Setiap fase harus dilalui dengan peningkatan kualitas ibadah, bukan sebaliknya. Lebih baik seseorang meningkatkan amal secara bertahap hingga mencapai puncak ketakwaan di akhir Ramadan, dibandingkan semangat di awal namun menurun menjelang akhir bulan. Dimensi Rohani : Fokus Utama Dalam Ibadah Puasa Allah SWT mengangkat derajat manusia bukan dengan menambah kenikmatan jasad, tetapi dengan meninggikan rohaninya . Ramadan menjadi momentum besar untuk mempe...

NUTRISI UNTUK JASAD DAN RUH

Manusia terdiri dari dua komponen utama, yaitu jasad dan ruh. Masing-masing dari keduanya membutuhkan asupan nutrisi. Sebagaimana jasad yang membutuhkan makanan sebagai nutrisi untuk menjaga kesehatan, begitu pula ruh membutuhkan nasihat atau ilmu sebagai nutrisi. Dan sebagaimana pula makanan ada yang baik untuk kesehatan, namun ada pula yang memberi pengaruh buruk pada kesehatan jasad manusia. Begitu pula ruh, ketika yang masuk adalah nasihat yang buruk maka bisa mempengaruhi menjadi jiwa yang buruk. Dan ketika nutrisi yang masuk untuk ruh adalah nasihat kebaikan, nasihat ilmu agama, maka akan menjadi baik pula jiwa seseorang. Dan jasad apabila dibiarkan sampai kelaparan, ketika diisi makanan, jika orang tersebut memiliki gangguan asam lambung, maka makanan itu akan tertolak masuk. Dia merasa mual dan ingin memuntahkan makanan tersebut. Begitu pula ruh, ketika terlalu lama tidak diberi asupan nutrisi yang "bergizi tinggi", maka sekalinya diberi asupan gizi tinggi, maka dia b...

ENAM UNSUR POKOK TEGAK DAN STABIL SUATU NEGARA

Al-Imam al-Mawardi berkata: "Ada enam faktor untuk menjadikan dunia menjadi aman dan tenteram, yaitu : agama, pemimpin yang kuat, keadilan yang menyebar, keamanan yang merata, kesuburan tanaman, dan semangat tinggi." 1. Agama (الدِّين) Agama adalah fondasi moral, karakter, dan integritas masyarakat. Agama memberikan aturan halal–haram, etika bermuamalah, serta pengendalian diri. Masyarakat tanpa agama mudah terpecah, tidak punya panduan moral, dan akan sangat mudah dikendalikan oleh hawa nafsu. 2. Pemimpin yang Kuat / Berwibawa (سُلْطَانٌ قَاهِرٌ) Yang dimaksud bukan pemimpin otoriter, tetapi pemimpin yang berwibawa, memegang otoritas, mampu menegakkan hukum, tidak mudah ditekan oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Tanpa pemimpin yang kuat, kekacauan (fawḍa) akan muncul karena tidak ada yang mampu menjaga keteraturan dan keadilan. 3. Keadilan yang Menyebar (عَدْلٌ شَامِلٌ) Keadilan yang tidak hanya untuk kelompok tertentu, tetapi berlaku untuk semua : - adil dalam hukum, - ...

Nasihat, bukan Ghibah

Abdullāh bin Ahmad رحمه الله berkata: Abū Turāb An-Nakhshabī datang menemui ayahku — semoga Allah merahmatinya — lalu ayahku mulai berkata: "Si fulan itu lemah (dalam meriwayatkan hadis), si fulan itu terpercaya." Maka Abū Turāb berkata: "Wahai Syaikh, janganlah menggunjing para ulama." Lalu ayahku (yaitu Imam Ahmad) menoleh kepadanya dan berkata: "Celaka kamu, ini adalah nasihat, bukan ghibah (menggunjing)." Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama dahulu membedakan antara ghibah (menggunjing) dan nasihah (nasihat atau peringatan demi kebaikan umat). Imam Ahmad dikenal sangat ketat dalam menjaga kemurnian ilmu hadis. Ketika beliau menyebutkan bahwa seseorang "lemah" (da'if) atau "terpercaya" (tsiqah), itu bukan karena ingin menjatuhkan orang tersebut secara pribadi, tetapi karena penting bagi umat untuk mengetahui kualitas perawi hadis agar tidak menyampaikan hadis yang lemah atau palsu. Abū Turāb An-Nakhshabī mengira...

EMPAT KEUNTUNGAN DUDUK DI MAJELIS ILMU

Jika kita membaca penggalan dari hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut : وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ،. Maka bisa kita ambil hikmah bahwa ada empat keuntungan duduknya seseorang di majelis ilmu : 1. Akan muncul ketentraman/ ketenangan hati bagi mereka yang duduk di majelis ilmu. Hati mereka merasa tenang ketika ayat-ayat al Quran maupun hadits-hadits Nabi dibacakan kepadanya, disertai penjelasannya dari para ahli ilmu yang mampu menggerakkan hati ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, serta mendorong kita untuk beramal dengan ilmu tersebut. 2. Rahmat Allah meliputi mereka yang duduk di majelis ilmu. Selama mereka duduk di majelis ilmu tersebut, maka Allah terus menurunkan rahmat kepada mereka. Keberuntungan...