Ada salah seorang teman yang pernah bilang kepada saya: menurut si anu, bisnis kuliner itu tidak akan berhasil kalau tidak memakai pesugihan, harus pakai bantuan dukun katanya.
Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Padahal bukan hanya di bisnis kuliner saja. Di banyak jenis usaha, masih ada orang yang menempuh jalan seperti ini.
Dan kalau Allah sudah menakdirkan seseorang mendapatkan omset 10 juta sehari misalnya, maka tanpa bantuan dukun pun omset itu pasti akan datang. Tidak akan tertukar dan tidak akan meleset dari takdir yang telah Allah tetapkan.
Justru keberadaan dukun yang masuk ke dalam bisnis itulah yang bisa mengundang murka Allah, wal ‘iyaadzu billaah.
Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan yang sangat keras tentang hal ini. Beliau bersabda:
“Barang siapa mendatangi seorang dukun lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.”(HR. Muslim)
Dalam hadits yang lain Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu membenarkan perkataannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan lainnya)
Perhatikan ancamannya. Bukan perkara ringan.
Mungkin seseorang merasa senang dengan banyaknya harta yang ia dapatkan. Hidupnya terlihat lancar, usahanya berkembang, tidak ada masalah yang tampak.
Namun hati-hati dengan istidraj — yaitu ketika Allah membiarkan seseorang tenggelam dalam kenikmatan, padahal ia sedang berjalan menuju kebinasaan.
Kalau seseorang dibalas kesalahannya di dunia, kadang itu justru menjadi kebaikan baginya, karena ia bisa sadar dan kembali kepada Allah.
Namun kalau balasannya ditunda sampai di akhirat, Allaah ya Rabb… betapa beratnya nanti.
Jika seseorang mendatangi dukun lalu meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat, maka ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya besar di akhirat kelak.
Jangan pernah meremehkan perkara ini.
Iman kepada Yaumul Hisab (hari pembalasan) adalah bagian dari akidah dasar seorang muslim yang wajib diimani dan dipahami.
Maka bersabarlah, wahai ikhwah — termasuk juga nasihat untuk diri saya sendiri.
Kalau ingin mengeluh atau curhat, sampaikan saja kepada Allah. Kita tidak akan pernah rugi mengadu kepada-Nya. Bahkan kita justru akan mendapatkan pahala dari kesabaran itu, dalam bentuk apa pun yang Allah kehendaki.
Adapun kepada manusia, kadang lebih baik kita diam saja tentang masalah yang sedang kita hadapi.