Langsung ke konten utama

Postingan

Nasihat, bukan Ghibah

Postingan terbaru

EMPAT KEUNTUNGAN DUDUK DI MAJELIS ILMU

Jika kita membaca penggalan dari hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut : وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ،. Maka bisa kita ambil hikmah bahwa ada empat keuntungan duduknya seseorang di majelis ilmu : 1. Akan muncul ketentraman/ ketenangan hati bagi mereka yang duduk di majelis ilmu. Hati mereka merasa tenang ketika ayat-ayat al Quran maupun hadits-hadits Nabi dibacakan kepadanya, disertai penjelasannya dari para ahli ilmu yang mampu menggerakkan hati ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, serta mendorong kita untuk beramal dengan ilmu tersebut. 2. Rahmat Allah meliputi mereka yang duduk di majelis ilmu. Selama mereka duduk di majelis ilmu tersebut, maka Allah terus menurunkan rahmat kepada mereka. Keberuntungan...

Orang Yahudi dan Nasrani Saling Berbantahan bahwa Nabi Ibrahim itu Berada di atas Agama Mereka Masing-masing, Begini Jawaban Menohok dari Allah

Ada ayat yang terdapat di dalam Al Quran yang memberikan jawaban menohok kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani ketika mereka saling berbantah-bantahan mengenai status keagamaan Nabi Ibrahim apakah dia berada di atas agama Yahudi atau Nasrani. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Nabi Ibrahim beragama Yahudi, sedangkan orang-orang Nasrani mengatakan bahwa Nabi Ibrahim beragama Nasrani. Maka Allah membantah mereka dengan bantahan yang menohok dengan turunnya ayat 65 - 67 dari surat Ali Imran : يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu saling bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?" هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ "Begi...

The Real Thalibul Ilmi

Ilmu lebih berharga dibandingkan harta Ketika seseorang memiliki ilmu, maka ilmu akan menjaga dirinya. Namun jika yang dikumpulkan hanya harta, maka akan semakin menyibukkan seseorang itu untuk menjaga hartanya. Nabi saw di setiap paginya memanjatkan doa,  اللهم إن أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا "Allaahumma inni as-aluka 'ilman nafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbaalan" Artinya : "Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." Yang dikedepankan oleh Nabi saw adalah adalah permintaan ilmu yang bermanfaat, karena rezeki tidak akan menjadi baik kecuali dengan didasari ilmu yang baik.  Dan seseorang tidak akan tahu mana amalan yang diterima dan baik di sisi Allah SWT. Imam Asy Syafi'i pernah berkata, "Barang siapa yang menginginkan kebaikan di dunianya, maka ilmu yang harus dituntut. Dan barang siapa yang menginignkan kebaikan akhiratnya maka ilmu yang harus dituntut." Dan ju...

Doa Agar Jiwa Manusia Diberi Ketakwaan Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

Dalam Tafsir Ibnu Katsir pada surat Asy Syams ayat ke 8 dijelaskan sebagai berikut : Imam Thabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Amr ibnu Dinar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bila bacaannya sampai pada ayat ini, yaitu firman-Nya:  وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا "Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (Asy-Syams: 7-8)  Maka beliau Saw. menghentikan bacaannya, lalu berdoa: اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، وَخَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا "Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, Engkau adalah Yang Memiliki dan Yang Menguasainya, dan (Engkau) adalah sebaik-baik yang menyucikannya." Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah mencerit...

Wahai Jiwa yang Tenang

Kisah seseorang yang dikaruniai ketenangan hati dan keteguhan Iman oleh Allah Al-Hafizh Muhammad bin Al-Mundzir Al-Harawi yang dikenal dengan Asy-Syukri di dalam kitab 'Al-Ajaib' dengan sanadnya dari Qubats bin Razin Abu Hasyim, ia berkata, "Aku pernah menjadi tawanan di negeri Romawi Lalu sang raja mengumpulkan kami dan menawarkan agamanya. Siapa yang menolak, maka lehernya dipenggal, sehingga ada tiga orang yang murtad. Ketika orang yang keempat datang, dia menolak sehingga lehernya dipenggal dan kepalanya dilempar ke sebuah sungai. Kepala itu tenggelam ke dalam air, namun tiba-tiba ia muncul di permukaan dan melihat ke arah tiga orang yang murtad itu seraya berkata, 'Wahai-fulan, wahai fulan, wahai fulan...' dengan memanggil nama-nama mereka. 'Allah telah berfirman di dalam Kitab-Nya, يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي 'Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada ...

Fiqhul Akbar (Bagian 8) - Iman Kepada Takdir

  Iman Kepada Takdir Iman kepada takdir adalah iman yang pasti bahwa Allah menetapkan takdir seluruh makhluk dengan ilmunya yang azali, menuliskannya di lauhil mahfuzh , menjalankan dengan kehendak-Nya, serta menciptakan-Nya dengan kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman Allah ta’ala, إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَٰهُ بِقَدَرٍ “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al Qamar : 49) Konsekuensi Iman kepada Takdir : 1 – Beriman kepada ilmu Allah yang azali , abadi, yang mencakup segala sesuatu yang global maupun terperinci. هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. ” (QS. Al Hadid : 3) أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ad...