Kisah seseorang yang dikaruniai ketenangan hati dan keteguhan Iman oleh Allah
Al-Hafizh Muhammad bin Al-Mundzir Al-Harawi yang dikenal dengan Asy-Syukri di dalam kitab 'Al-Ajaib' dengan sanadnya dari Qubats bin Razin Abu Hasyim, ia berkata,
Kepala itu tenggelam ke dalam air, namun tiba-tiba ia muncul di permukaan dan melihat ke arah tiga orang yang murtad itu seraya berkata, 'Wahai-fulan, wahai fulan, wahai fulan...' dengan memanggil nama-nama mereka. 'Allah telah berfirman di dalam Kitab-Nya,
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي
'Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.'
Kemudian kepala tersebut kembali tenggelam ke dalam air. Setelah kejadian itu, hampir-hampir seluruh kaum Nashrani memeluk Islam dan runtuhlah singgasana sang raja.
Adapun tiga orang yang murtad itu akhirnya kembali lagi ke dalam Islam. Lalu datang tebusan dari Khalifah Abu Ja'far Al-Manshur sehingga kami pun bebas."
Doa agar jiwa senantiasa tenang
Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan di dalam tarjamah Rawahah binti Abi Amru Al-Auza'i dari ayahnya, Sulaiman bin Habib Al-Muharibi telah menceritakan kepadaku, Abu Umamah telah menceritakan kepadaku. bahwasanya Rasulullah pernah berkata kepada seseorang,
"قُلِ اللَّهُمَّ، إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطَمْئِنَةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ"
"Ucapkanlah. 'Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-inatan tu'minu bi liqaika wa tardha bi qadhaika wa taqna'u bi atha'ika'
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang senantiasa merasa tenang dengan-Mu, yang meyakini perjumpaan dengan-Mu, ridha terhadap ketetapan-Mu dan merasa puas dengan pemberian-Mu'."
Referensi : Tafsir Ibnu Katsir