Jika kita membaca penggalan dari hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut :
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ،.
Maka bisa kita ambil hikmah bahwa ada empat keuntungan duduknya seseorang di majelis ilmu :
1. Akan muncul ketentraman/ ketenangan hati bagi mereka yang duduk di majelis ilmu.
Hati mereka merasa tenang ketika ayat-ayat al Quran maupun hadits-hadits Nabi dibacakan kepadanya, disertai penjelasannya dari para ahli ilmu yang mampu menggerakkan hati ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, serta mendorong kita untuk beramal dengan ilmu tersebut.
2. Rahmat Allah meliputi mereka yang duduk di majelis ilmu.
Selama mereka duduk di majelis ilmu tersebut, maka Allah terus menurunkan rahmat kepada mereka. Keberuntungan apalagi yang kita inginkan dibanding besarnya rahmat Allah yang dicurahkan kepada para hamba-Nya yang beriman.
3. Malaikat mengelilingi mereka.
Malaikat turut hadir di majelis ilmu bersama manusia disana. Malaikat menjadi saksi atas orang-orang yang hadir di majelis tersebut. Mereka mendoakan banyak kebaikan bagi mereka kepada Allah. Tidakkah senang hati kita jika Malaikat Allah mendoakan kebaikan bagi kita?
4. Allah menyanjung mereka yang duduk di majelis ilmu di tengah para malaikat yang berada di sisi-Nya.
Sanjungan siapa lagi yang seorang hamba butuhkan, jika Allah sendiri, Zat Yang Maha Agung, Sang Pencipta seluruh makhluk, alam semesta beserta seluruh isinya, satu-satunya yang berhak disembah, yang menyanjung langsung para hamba-Nya yang duduk di majelis ilmu di tengah para malaikat yang berada di sisi-Nya.
Semoga Allah ta'ala senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita untuk senantiasa bersemangat hadir di majelis ilmu dan menjadikan ilmu yang bermanfaat serta menjadi amalan yang ikhlas karena Allah ta'ala.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut teks lengkap dari hadits riwayat Imam Muslim yang dinukil di atas :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَـمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ.
“Barangsiapa yg melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.
Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yg kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat.
Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya.
Barangsiapa yg meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.
Barangsiapa yg lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” (HR. Muslim, 2699)
Wallaahu a'lam bish-shawwaab