Muqarrar al Fiqhu al Akbar diambil dari kitab Akidah Al Muyassarah, karya dari Syaikh DR. Muhammad bin Abdurrahman al Qaadhi hafizhahullahu ta’ala.
Kekhususan (Karakteristik) Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah :
1. Tauhid
-
Akidah ahlussunnah wal
jama’ah memberi perhatian terhadap persoalan tauhid.
2. Tauqif
-
Sebatas pada mengikuti
dalil.
-
Sumber pengambilan akidah ahlus
sunnah wal jama’ah adalah terbatas pada al Quran, as Sunnah dan al Ijma’.
-
Tidak ada ruang untuk akal
untuk ijtihad dalam perkara akidah. Karena akidah dalilnya jelas. Berbeda
dengan masalah fikih, banyak permasalahan yang tidak jelas. Adanya perbedaan
satu dalil dengan dalil lainnya sehingga diperlukan ijtihad (pengerahan
kemampuan untuk menyimpulkan sebuah hukum syar’i)
3. Selaras dengan fitrah yang lurus
-
Fitrah adalah naluri
manusia.
-
Naluri manusia yang masih
lurus akan sejalan dengan akidah yang diajarkan ahlus sunnah wal jama’ah.
4. Selaras dengan akal yang jelas
-
Akidah ahlus sunnah wal
jama’ah tidak bertentangan dengan akal.
5. Meyeluruh
-
Akidah ahlus sunnah wal
jama’ah menyeluruh dalam segala pembahasan agama.
6. Bersesuaian dan tidak bertentangan
-
Akidah ahlussunnah wal
jama’ah tidak bertentangan dengan satu konsep dengan konsep yang lain.
7. Pertengahan
-
Pertengahan antara pemahaman-pemahaman
yang menyimpang.
Buah kekhususan akidah Ahlus
Sunnah wal Jama’ah :
1. Merealisasikan penghambaan kepada Allah dan melepaskan diri dari
perbudakan terhadap makhluk.
2. Mengikuti contoh dari Nabi dan berlepas diri dari inovasi dalam
agama, serta para mubtadi’ah.
3. Jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
-
Rasa ini tidak akan
didapatkan bagi orang yang belajar akidah yang sifatnya nazhariyyah saja, yaitu hanya untuk pengetahuan saja,
bukan untuk di amalkan.
4. Logis dan tidak bertentangan dengan akal.
-
Pemikiran yang qana’ah
adalah pikiran yang menerima dan selamat dari pertentangan dengan akal, artinya
ketika orang itu meyakini akidah ahlus sunnah wal jama’ah maka
pikirannya akan qana’ah (tenang, puas dengan konsep akidah itu) dan akan
selamat dari berbenturan dengan akal.
5. Terpenuhinya kebutuhan jiwa dan fisik, serta keselarasan antara
akidah dan akhlak.
- Ketika seseorang memiliki akidah yang lurus, maka akan bersesuai dengan akhlak. Tidak mungkin ada orang yang akidahnya lurus namun akhlaknya buruk.
