Langsung ke konten utama

Renungan (1)

Diriwayatkan bahwa Al Hasan Al Bashri pernah diberi minuman segelas air dingin, ketika meraih gelas, tiba-tiba beliau pingsan dan gelas itu pun terjatuh dari tangannya. Setelah sadar, beliau ditanya, "Kenapa engkau pingsan, wahai Abu Sa'id?" Al Hasan Al Bashri menjawab, "Aku teringat permintaan penghuni neraka pada saat mengatakan kepada penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.."

Dinukil dari : Ayyuhal Walad, karya Imam Al Ghazali

=============================

Demikian akhlak para salafush shalih, hampir-hampir tidak pernah lalai dalam mengingat Allah. Senantiasa mampu menghadirkan hikmah-hikmah dalam setiap perilaku hidupnya.

Bagaimana dengan diri ini?! Yang mengaku-aku mengikuti manhaj salafush shalih. Dari akhlak mereka saja jauuh.. tidak pantas diri ini mengaku-aku. Jauh panggang dari api.. Makan minum seringnya hanya sekedar mengobati lapar dan haus. Tak pernah merenungi hikmah-hikmah dari setiap kejadian yang dapat membawanya untuk senantiasa tadabbur, mengingat dan bersyukur kepada Allah.

أصلح لي برحمتك يا ربي 

#kalamulama #mutiarahikmah #akhlak #salafushshalih #tasawuf #tazkiyatunnafs

Postingan populer dari blog ini

Antara Al Muddatstsir dan Al Muzzammil

Penulis : Al Faqir Yusuf Apriono, ghafarallâhu 'alaihi wa ahlihi Kata dalam bahasa Arab yang juga menjadi nama surat di dalam Al Quran, yaitu Al Muddatstsir (المدثر) dan Al Muzzammil (المزمل) memiliki arti yang sama yakni orang yang berselimut. Adapun yang membedakan adalah bilamana Al Muddatstsir , dia adalah orang yang berselimut dikarenakan perasaan takut. Sebagaimana disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa  asbabun nuzul  dari QS. Al Muddatstsir ayat 1 - 5 adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut : Dari jalur Aqil, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Jabir ibnu Abdullah, ia pernah mendengar Rasulullah Shalallâhu 'alaihi wasallam. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu. Antara lain disebutkan, bahwa ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit, maka aku melihat ke arah langit. Tiba-tiba malaikat yang pernah datang kepadaku di Hira (malaikat Jibril - ...

Asal Kata ‎أيواه ‏(aiwah)

Sering dengar kan percakapan dalam bahasa Arab أيواه (aywah)? Kata tersebut adalah singkatan dari إي والله (Iy wallaahi), yang artinya "Iya demi Allaah". Dan ini adalah bahasa yang formal.  Contoh dalam percakapan :  أ : هل تذهب إلى مكة؟ ب : أيواه Orang Arab menyingkatnya ada yang bilang : -  إيوا (iywaa) - أيوا (aywaa) - أيواه (aywah) Faidah dari Ustadz Muhammad Rivaldy (Pendiri & Pengajar Pesantren Nashirus Sunnah Mesir)

Nasihat, bukan Ghibah

Abdullāh bin Ahmad رحمه الله berkata: Abū Turāb An-Nakhshabī datang menemui ayahku — semoga Allah merahmatinya — lalu ayahku mulai berkata: "Si fulan itu lemah (dalam meriwayatkan hadis), si fulan itu terpercaya." Maka Abū Turāb berkata: "Wahai Syaikh, janganlah menggunjing para ulama." Lalu ayahku (yaitu Imam Ahmad) menoleh kepadanya dan berkata: "Celaka kamu, ini adalah nasihat, bukan ghibah (menggunjing)." Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama dahulu membedakan antara ghibah (menggunjing) dan nasihah (nasihat atau peringatan demi kebaikan umat). Imam Ahmad dikenal sangat ketat dalam menjaga kemurnian ilmu hadis. Ketika beliau menyebutkan bahwa seseorang "lemah" (da'if) atau "terpercaya" (tsiqah), itu bukan karena ingin menjatuhkan orang tersebut secara pribadi, tetapi karena penting bagi umat untuk mengetahui kualitas perawi hadis agar tidak menyampaikan hadis yang lemah atau palsu. Abū Turāb An-Nakhshabī mengira...