Dijelaskan oleh guru kami, dan beliau mendapatkan hikmah ini dari guru beliau, bahwa para Nabi yang memiliki anak laki-laki pasti di antara mereka ada yang menjadi Nabi. Misal Nabi Ismail a.s dan Ishaq a.s yang merupakan putra Nabi Ibrahim a.s. Dan Nabi Yusuf a.s yang merupakan putra Nabi Ya'qub a.s.
Oleh karena itulah mengapa putra-putra Nabi Ya'qub a.s cemburu terhadap Nabi Yusuf a.s, terlebih tatkala mengetahui tentang apa yang Nabi Yusuf a.s dapatkan dalam mimpinya. Sehingga mereka berfirasat bahwasanya Nabi Yusuf a.s ini bukanlah manusia biasa.
Karena mereka sangat paham bahwa di antara putra para Nabi pasti akan ada yang menjadi Nabi, begitu juga dengan putra-putra Nabi Ya'qub a.s. Sehingga mereka berlomba-lomba menjadi yang terpilih.
Hingga para ulama sampai pada kesimpulan bahwa hikmah dari tidak adanya putra Nabi Muhammad s.a.w yang hidup sampai dewasanya, karena untuk menjaga kemuliaan beliau. Sudah dipahami bahwasanya Nabi Muhammad s.a.w adalah Nabi terakhir, TIDAK ADA Nabi setelahnya. Apabila beliau memiliki putra dan tidak menjadi Nabi karena telah ditetapkan bahwa beliau adalah Nabi terakhir, maka akan dapat mengurangi kemuliaan beliau. Dimana sejarah menunjukkan bahwa putra-putra dari para Nabi pasti akan ada yang menjadi Nabi.
Wallaahu a'lam bish shawwab..
====================
Faidah diambil dari Kajian Pelajaran 'Al 'Arabiya bayna Yadaik', pengajar : Al Ustadz Muhammad Rivaldi hafizhahullahu ta'ala (Pengajar Pesantren Nashirus Sunnah Mesir)