Penulis : Al Faqir Yusuf Apriono
Keadaan Bangsa Arab Sebelum Islam
Ada dua negara besar yang menguasai dunia dan dekat dengan
Jazirah Arab, yaitu Romawi dan Persia.
Dalam Tarikh At Tasyri’ Al Islami, karya Manna’ Al Qath-than,
hal. 27, dikatakan : “Di abad ke – 6 masehi (masa menjelang diutusnya Nabi
Muhammad shalallaahu ‘alaihi wasallam) ada 2 negara besar yang memimpin dunia,
dan dia dekat dengan Jazirah Arab. Yaitu (1) negara Persia di timur laut. (2)
negara Romawi di utara dan barat. Masing-masing negara dari dua negara ini
memiliki peradaban, budaya dan undang-undang-nya sendiri, seta memiliki keyakinan dan beragama
dengan keyakinannya tersebut”.
Sedikit banyak peradaban dan
kebudayaan dari dua negara ini memiliki pengaruh terhadap bangsa di jazirah
arab.
Juga hidup kalangan Yahudi di sekitar jazirah arab.
Dalam Tarikh At Tasyri’ Al Islami, karya Manna’ Al Qath-than,
hal. 29, disebutkan :
“Dan di hadapan ini semua, ada kelompok-kelompok orang Yahudi yang tersebar di berbagai tempat di
utara dari jazirah arab dan di dalam jazirah arab tersebut. Mereka memiliki
keyakinannya sendiri dan juga warisan keagamaan yang mereka dapatkan dari nenek
moyang mereka”.
Dan hal tersebut diatas akan sedikit
berpengaruh terhadap bangsa arab.
Bangsa Arab sendiri dia tinggal secara no
maden (tidak menetap)
dan sebagian lagi tinggal di kota-kota, dan sistem masyarakat mereka terdiri
dari kabilah-kabilah.
Dalam Tarikh At Tasyri’ Al Islami, karya Manna’ Al Qath-than,
hal. 29, disebutkan :
“Adapun orang-orang Arab kebanyakan dari mereka hidup secara no maden (berpindah-pindah tempat
tinggal) yang hidup di padang pasir. Dan mereka diikat dengan sistem ke-kabilah-an atau kesukuan dengan adat
istiadatnya sendiri yang berlaku di mereka dan kebiasaan tradisi mereka yang
sudah berlaku sejak lama. Dan yang memimpin dan memutuskan perkara di antara mereka
adalah para pemimpin kabilah. Mereka memiliki kewenangan dalam memberikan perintah ataupun larangan
untuk orang-orang arab ini”.
Jadi orang-orang Arab ini (di zaman dahulu sebelum masuknya
Islam) mereka tidak seperti negara layaknya Romawi atau Persia. Mereka dipimpin
oleh kabilah-kabilah yang pimpinan kabilahnya adalah orang yang berpengaruh di
kabilahnya. Dan dia nanti yang akan memutuskan perkara di antara mereka.
“Dan kabilah-kabilah ini juga memiliki sebagian aturan-aturan
kemasyarakatan yang dijadikan acuan di masa tersebut. (Seperti peraturan
tentang hukum-hukum pernikahan, qishash dalam pembunuhan dan seterusnya.)
Sebagian orang-orang arab dia berada di kota-kota. Seperti kota Makkah,
Yatsrib, Thaif dll. Dan mereka berkebun disana (misal : kurma, anggur, dan
semisalnya). Mereka juga berprofesi sebagai industri yang memproduksi barang-barang
tertentu.
Karena aktivitas mereka ini maka mereka harus membuat
ketentuan untuk muamalah mereka dan hubungan perdagangan mereka. Dan yang
mendorong mereka untuk hal ini adalah pasar mereka yang besar dan berkumpulnya
mereka di masa musim haji”.
(Haji terus berlaku sejak zaman Nabi Ibrahim meskipun terdapat
banyak penyimpangan dalam pelaksanaan haji mereka).
“Bangsa Quraisy di Mekkah dikenal dengan perdagangannya. Dan
mereka memiliki hubungan perdagangan yang terus berjalan dengan Suriah, Romawi,
Iraq yang dipimpin oleh Persia, serta Yaman, dengan melakukan perjalanan di
musim dingin atau musim panas”.
Bangsa Arab juga mewarisi sebagian ajaran Nabi Ibrahim dan
Nabi Ismail.
Dalam Tarikh At Tasyri’ Al Islami, karya Manna’ Al
Qath-than, hal. 30, disebutkan :
“Orang-orang Arab mewarisi sebagian dari ajaran Nabi Ibrahim
dan Nabi Ismail. (misal : haji, meskipun terdapat banyak penyimpangan karena
terdapat banyak berhala di sekitaran ka’bah. Dan orang luar yang melakukan
thawaf melakukannya dengan telanjang. Dan sudah ada syariat khitan dst) Hanya saja
karena kebiasaan mereka yang buruk, meskipun mereka mewarisi ajaran Nabi
Ibrahim dan Nabi Ismail, namun mereka mencampur hal itu dengan berbagai
keburukan. Karena meluasnya kejahilan-kejahilan dalam agama dan kemudian
tersebar luasnya sistem ketuhanan dengan berhala, sehingga mereka dalam kondisi ini hidup
dalam kegoncangan dan ketidak jelasan”.
(Hal-hal tersebut di atas inilah keadaan bangsa arab sebelum
Islam. Dan ini nantinya mempengaruhi interaksi Rasulullah shalallaahu
‘alaihi wasalam yang membawa ajaran Islam kepada mereka).
Jadi poin utamanya adalah bahwa Rasulullaah shalallaahu
‘alaihi wasallam datang membawa risalah yang diturunkan oleh Allah subhaanahu
wa ta’ala kepada beliau melalui malaikat Jibril ‘alaihissalam,
beliau tidak berhadapan dengan suatu kumpulan manusia yang kosong dari
peradaban. Namun beliau berhadapan dengan masyarakat yang sudah memiliki
peradabannya sendiri.
====================
Penulisan bersumber dari Daurah Pengantar Memahami Fiqh Islam, pemateri : Al Ustadz Muhammad Abduh Negara Hafizhahulah (Direktur Ma'had Al Mubarak Banjarmasin)