Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

The Real Thalibul Ilmi

Ilmu lebih berharga dibandingkan harta Ketika seseorang memiliki ilmu, maka ilmu akan menjaga dirinya. Namun jika yang dikumpulkan hanya harta, maka akan semakin menyibukkan seseorang itu untuk menjaga hartanya. Nabi saw di setiap paginya memanjatkan doa,  اللهم إن أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا "Allaahumma inni as-aluka 'ilman nafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbaalan" Artinya : "Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." Yang dikedepankan oleh Nabi saw adalah adalah permintaan ilmu yang bermanfaat, karena rezeki tidak akan menjadi baik kecuali dengan didasari ilmu yang baik.  Dan seseorang tidak akan tahu mana amalan yang diterima dan baik di sisi Allah SWT. Imam Asy Syafi'i pernah berkata, "Barang siapa yang menginginkan kebaikan di dunianya, maka ilmu yang harus dituntut. Dan barang siapa yang menginignkan kebaikan akhiratnya maka ilmu yang harus dituntut." Dan ju...

Doa Agar Jiwa Manusia Diberi Ketakwaan Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

Dalam Tafsir Ibnu Katsir pada surat Asy Syams ayat ke 8 dijelaskan sebagai berikut : Imam Thabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Amr ibnu Dinar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bila bacaannya sampai pada ayat ini, yaitu firman-Nya:  وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا "Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (Asy-Syams: 7-8)  Maka beliau Saw. menghentikan bacaannya, lalu berdoa: اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، وَخَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا "Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, Engkau adalah Yang Memiliki dan Yang Menguasainya, dan (Engkau) adalah sebaik-baik yang menyucikannya." Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah mencerit...

Wahai Jiwa yang Tenang

Kisah seseorang yang dikaruniai ketenangan hati dan keteguhan Iman oleh Allah Al-Hafizh Muhammad bin Al-Mundzir Al-Harawi yang dikenal dengan Asy-Syukri di dalam kitab 'Al-Ajaib' dengan sanadnya dari Qubats bin Razin Abu Hasyim, ia berkata, "Aku pernah menjadi tawanan di negeri Romawi Lalu sang raja mengumpulkan kami dan menawarkan agamanya. Siapa yang menolak, maka lehernya dipenggal, sehingga ada tiga orang yang murtad. Ketika orang yang keempat datang, dia menolak sehingga lehernya dipenggal dan kepalanya dilempar ke sebuah sungai. Kepala itu tenggelam ke dalam air, namun tiba-tiba ia muncul di permukaan dan melihat ke arah tiga orang yang murtad itu seraya berkata, 'Wahai-fulan, wahai fulan, wahai fulan...' dengan memanggil nama-nama mereka. 'Allah telah berfirman di dalam Kitab-Nya, يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي 'Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada ...